“Story Of The Day” is back (memaknai proses menuju keberhasilan dan kesuksesan)

by Muhammad Assad

“Nothing can stop a person with the right mental attitude to achieve his/her dreams,” – Thomas Jefferson #SOTD

1. Seorang anak laki-laki kecil berlari menemui ibunya sambil membawa sebuah amplop berisi surat dari sekolah. #SOTD

2. Sang Ibu menerima surat itu, dan betapa terkejutnya ketika membaca isinya.. #SOTD

3. “Anak Anda terlalu bodoh untuk sekolah. Skr kami mengeluarkan dia & mengembalikannya untuk Anda didik sendiri." #SOTD

4. Sang ibu hanya bisa menangis menghadapi kenyataan bahwa anaknya dinyatakan bodoh & harus drop-out dari sekolah. #SOTD

5. Beberapa puluh tahun kemudian, sang ibu yang bernama Nancy Elliot tersenyum bangga kepada anaknya. #SOTD

6. Sang anak mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu ilmuwan dan penemu terkenal di seluruh dunia. #SOTD

7. Sang anak yg katanya bodoh & dikeluarkan dari sekolahnya saat masih kecil itu bernama: THOMAS ALVA EDISON. #SOTD

8. Mungkin orang berpikir bahwa Thomas Alva Edison adalah orang yang jenius, tapi kenyataannya tidaklah demikian. #SOTD

9. Dia sendiri yg mengatakan, “Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat / kerja keras.”

10. "Genius is 1 % inspiration and 99% perspiration" - Thomas Alva Edison. #SOTD

11. "Failures happen bcoz people don't realize how close they were to success when they gave up." - Thomas Alva Edison. #SOTD

12. Kepintaran tidak menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan, tapi yg paling penting adalah sikap dan mental. #

13. Riset Universitas Harvard: "85% kesuksesan seseorang mencapai target yg dituju disebabkan oleh sikap yg tepat." #SOTD

14. "...sisanya 15% berasal dari pendidikan dan keberuntungan." #SOTD

15. Jelas bahwa kerja keras dan sikap mental yg tepat adalah kunci kesuksesan. Berdoa & beribadah jg sgt penting. #SOTD

16. Allah sudah memberikan potensi yg luar biasa dalam setiap diri manusia. Tugas kita untuk memaksimalkannya. #SOTD

17. Karena potensi tidak akan berarti apa2 kalo tidak diubah menjadi sesuatu yang berarti. #SOTD

18. Success is when preparation meets the opportunity. #SOTD
Sekian #SOTD "Story Of The Day"... have a good afternoon!

jika ingin berinteraksi langsung, bisa ikuti muhammadassad.wordpress.com/authorprofile/

Sukses adalah Hak Saya: Bagaimana Bila Gagal?

tulisan ini saya ambil dari rubrik khusus di eramuslim.com
mari simak seksama 🙂

“Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong kita untuk mencoba cara dan pendekatan baru yang belum pernah dicoba se­belumnya,” (Valentino Dinsi, Guru Entrepreneur Indonesia).

Untuk Direnungkan:

Bagaimana tangan-tangan Ghaib “KEGAGALAN” Bertindak

Thomas Edison (Penemu Bola Lampu dan lebih dari 1000 paten penemuan), 9996 percobaannya gagal
Kolonel Sanders (Pendiri Kentucki Fried Chicken), 994 kali ditolak
Walt Disney (Creator Mickey Mouse), 370 kali bangkrut
Bill Gates (Pendiri Microsoft), drop out dari Harvard
Ray Kroc (Pemilik McD), dari multi mixer mengakuisisi McDonald

“Kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. Ya, keberhasilan yang tertunda,” (Valentino Dinsi, Guru Entrepreneur Indonesia).

Prinsip Utama : Ambil Hikmah dan Jangan Menyerah

”Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia,” (Eugenio Barba)

Saya pernah bertanya kepada para hadirin tentang satu masalah menarik, mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air? Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah “Dia tak dapat berenang.” Setiap orang heran apabila saya memberitahu bahwa jawaban mereka salah. Malahan menyangka suatu gurauan karena kebanyakan seminar saya agak riang suasananya.

Untuk meyakinkan mereka lagi, saya memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam sepuluh centimeter. Akhirnya, saya memberitahu jawabannya, yang akan saya berikan kepada Anda sekarang. Orang tenggelam karena dia menetap di situ dan tidak meng­gerakkan dirinya ke tempat lain. Berapa kali orang jatuh tidak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh

Mengantisipasi bencana sejak dini adalah karakteristik seorang en­tre­pre­neur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi keputusan keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran Anda saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.

Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, Continue reading “Sukses adalah Hak Saya: Bagaimana Bila Gagal?”

Hobi apa hobi nih? [penasaran]

“Hobi kamu apa Bud”? tanya seorang temannya bernama Andi. “Hobiku?belajar, dan mempelajari hal-hal baru”, jawab Budi penuh semangat. Keduanya adalah pelajar sekolah menengah atas di salah satu Sekolah unggulan di Yogyakarta. Bagi Budi, belajar adalah sebuah hal yang teramat menyenangkan dan mengasyikkan. Kenapa asyik? karena dengan belajar tentunya akan mendapat ilmu baru, pengetahuan baru, dan tentunya akan semakin mudah untuk menjalani hidup (*walau tidak semata2 dengan ilmu saja orang akan merasa bahagia). Berkebalikan dengan kondisi Andi. Anak ini senantiasa kesulitan dalam belajar, terkadang ilmu begitu susah masuk ke otaknya, bahkan untuk bisa cemerlang menguasai ilmu harus diulang sampai sekian kali. Akhirnya Andi meminta saran dan rahasia biar belajarnya oke kepada Budi. Dengan senang hati Budi memberi masukan saran.
“Ndi, kamu perlu tau nih kalau menuntut ilmu itu butuh perjuangan” kata Budi kepada Andi.”Ente tau to siapa tuh orang kepercayaan zamannya Nabi Muhammad masih hidup?”, tanya Budi. “Emang siapa Bud?”, tanya Andi penuh keheranan. “Ali bin Abi Thalib”, jawab Budi dengan bangga dan sedikit tersenyum. “Ali pernah ngasih wasiat neeh, tentang menuntut ilmu”. Lalu Andi semakin penasaran. “Apa coba Bud, sebutin donk!” pinta Andi.
“Oke,pertama menuntut ilmu itu butuh sifat rakus. Loh kok rakus? iya, rakus disini maksudnya terhadap ilmu. Sang pencari ilmu kudu punya keinginan kuat buat menguasai segala macam ilmu, nah itu namanya rakus dalam berilmu. Hanya rakus dalam berilmu yang dibolehin” .

“Kedua, butuh waktu yang panjang. Udah gag jaman lagi belajar SKS (*sistem kebut semalem) atau SKSS (*sistem kebut setelah subuh). Menuntut ilmu yang bener jelas butuh proses yang panjaaaang. Kita bisa kayak gini kan juga diawali dari SD, nah hitung aja sampe sekarang udah berapa taun tuuh. So, yang dibutuhin di sini adalah sifat sabar! you know?dan tentu sifat konsisten dan komitmen. Gag boleh berhenti dan merasa puas dengan pencapaian yang baru sedikit (*nyambung dengan rakusnya mencari ilmu).

“terus yang ketiga apa Bud?”. “yang ketiga neeh, lumayan berat buat kita-kita yang agak kekurangan, balas Budi. Menuntut ilmu butuh biaya banyak.Enggak salah jika ada pepatah jawa bicara, jer basuki mowo bea, Budi menambahkan. Tapi anehnya ya negeri ini, udah tau gitu biaya pendidikan masih aja mahaaaaalnya selangit, apalagi nih yang udah di perguruan tinggi! Swasta dan negeri sama aja mahalnya!.

“terus yang terakhir nih Ndi, puenting juga. Kalau menuntut ilmu itu kudu deket sama guru. Kalau perlu datengin rumahnya, silaturahim dan banyak2 diskusi dengan guru kita, niscaya ilmu itu akan mudah tertransfer.he he heee..kadang bisa dikasih makanan kalau kita maen ke rumah guru kita..hahaa *maunya!

“berat ya Bud, jadi pelajar.kudu itu dan ini. Hmm,..(Andi manggut-manggut). “iya emang kelihatannya gitu Ndi, tapi taulah kalau orang yang menuntut ilmu dengan kesungguhan, niscaya Alloh bakal memudahkan baginya jalan ke syurga , jadi optimis saja Ndi! kamu bisa, kamu pasti bisa(*lagu sea games ) lanjut Budi.


“salam dari Budi dan Andi untuk seluruh pelajar Indonesia, janga pernah ragu untuk melangkah, jangan takut salah, dan teruslah berbuat untuk waktu yang kau miliki” ”

Rolex Anugerahi Lima Pemuda Visioner

GENEVA–MI: Lima orang berpandangan jauh ke depan, berusia di bawah 30 tahun, yang berasal dari Ethiopia, India, Nigeria, Filipina dan Amerika Serikat telah terpilih sebagai ‘Young Laureates’ dalam program perdana ‘Rolex Awards for Enterprise: Young Laureates Programme.’

Dipilih dari kelompok yang berjumlah hampir 200 calon dari seluruh dunia, oleh juri yang terdiri dari para pakar internasional, para wirausahawan sosial yang begitu menonjol ini telah membuat kagum dewan juri dengan semangat dan keyakinan mereka untuk mengatasi tantangan di bidang ilmu pengetahuan dan kesehatan, teknologi terapan, eksplorasi, lingkungan hidup dan pelestarian budaya.

Para ‘Rolex Young Laureates tersebut adalah: Jacob COLKER, 26, dari Amerika Serikat, mengubah cara orang terlibat dalam layanan masyarakat. Program berbasis internet yang diciptakannya memungkinkan para relawan menggunakan telepon ‘pintar’ (smartphone) mereka untuk menyumbangkan waktu luang mereka kepada organisasi amal dan ilmu pengetahuan.

Reese FERNANDEZ, 25, dari Filipina, mempunyai komitmen untuk menanggulangi kemiskinan dengan melatih orang menjadi wirausahawan sosial. Usaha ‘Rags2Riches’ yang dirintisnya telah memberdayakan ratusan wanita memperoleh penghasilan dengan cara menjadikan sampah menjadi aksesori fesyen yang elegan.

Nnaemeka IKE GWUONU, 27, dari Nigeria bertekad memperbaiki standar kehidupan berjuta juta petani Nigeria melalui jejaring radio mobile interaktif yang diciptakannya. Ratusan ribu pendengar didaerah pedesaan sudah bisa menerima dan bertukar informasi tentang praktik pertanian yang lestari dan masalah masalah kesehatan.

Piyush TEWARI, 29, dari India, telah mendirikan sebuah yayasan yang melatih polisi dan relawan untuk menanggapi kecelakaan lalu lintas secara cepat dan memberikan perawatan medis cepat.Dengan memberikan perawatan langsung kepada para korban, ia berharap dapat mengurangi ribuan kematian yang terjadi di jalan raya di India tiap tahun.

Bruktawit TIGABU, 28, dari Ethiopia – memanfaatkan sukses sebuah acara televisi tentang kesehatan yang ia produksi bersama suaminya untuk anak usia pra-sekolah dan para orang tua mereka.

“Rolex sangat gembira dapat mendukung para pria dan wanita muda yang sangat menonjol ini; mereka adalah wakil terbaik dari generasi mereka,” kata Rebecca Irvin, Director of Philanthropy Rolex dalam siaran pers yang diterima mediaindonesia.com. “Dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi umat manusia, mereka tidak berpikir secara tradisional atau berpegang pada gagasan yang sudah usang. Proyek-proyek mereka yang inovatif telah mulai menghasilkan dampak nyata pada komunitas mereka sendiri, dan mempunyai potensial untuk memperbaiki kehidupan jutaan orang.”

Sebagai perluasan dari ‘Rolex Awards for Enterprise’, yang telah berjalan sekian lama, ‘Young Laureates Programme’ memberikan penghargaan bagi pria dan wanita berusia antar 18 sampai 30 tahun yang mempunyai gagasan inventif. Setiap ‘Young Laureate’ akan menerima US$50,000 selama dua tahun.

Pada tahun pertama, dana sebesar US$25,000 bagi masing-masing akan memberi para penerima kesempatan untuk memusatkan perhatian pada proyek yang mereka rintis, sedangkan angsuran kedua akan membantu mereka untuk maju dalam mengimplementasikannya. Jejaring Internasional bagi para inovator Rolex Awards [Rolex Awards international network of innovators], yang sebagian besar terdiri dari para mantan Laureate, senantiasa hadir dengan bimbingan dan untuk membantu para pemenang membawa proyek mereka ke jenjang berikutnya.(*/OL-02)

“Dalam dunia kita yang berkembang begitu cepat, Rolex hendak memberikan pesan kepada orang orang muda yang sangat termotivasi ini untuk menyediakan waktu untuk memikirkannya secara matang dan menciptakan proyek mereka secara tepat,” kata ahli ekologi Margaret D Lowman dari Amerika, salah seorang anggota dewan juri yang memilih para pemenang. “Generasi muda sangat faham hal-hal mengenai planet bumi kita dan bagaimana mesin bumi bekerja. Kita hanya harus memberdayakan mereka untuk bertindak dan Rolex melakukan hal ini dengan menyediakan waktu sebagai hadiah.”

Seorang anggota dewan juri yang lain, Khoo Swee Chiow, seorang penjelajah dari Singapura sependapat, “Rolex memberikan waktu kepada para ‘Young Laureates’ untuk menjadi dewasa. Menurut saya, persiapan penting. “Karena itulah, barangkali, saya membutuhkan waktu sepuluh tahun sebelum akhirnya saya mendaki Everest.”

Pada tanggal 11 November 2010, Rolex akan merayakan prestasi para ‘Young Laureates’ dalam suatu acara di ‘Rolex Learning Center’ [Pusat Pembelajaran Rolex] yang baru-baru ini diluncurkan, suatu simpul pertukaran pendidikan pada sebuah perguruan tinggi Swiss yang sangat terkemuka, Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL). Para pakar dalam bidang-bidang terkait, termasuk beberapa orang mantan Laureates, akan hadir dalam perayaan ini.