Semenjak hari itu

Entah kenapa kata-kata seorang ulama Mesir itu kembali terbersit dalam alam bawah sadar, “kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia”.. Sebenarnya sejak dulu udah mulai sibuk sih, cuma akhir-akhir ini nampak kelihatan sibuk banget. Aktifitas kuliah sebenarnya sudah sangat jarang (bukan jarang berangkat lho, tapi mata kuliah sudah tinggal sedikit yang diambil),tinggal beberapa revisi sana sini saja, mungkin ntar ditambah dengan aktivitas ambil data dan yang lain. Nah, yang paling banyak menyita waktu jelas aktivitas diluar kuliah. Organisasi tempat berkarya menjadi semakin sibuk. Ternyata masih banyak rencana-rencana dan pekerjaan-pekerjaan yang masih perlu perhatian lebih. Untuk mengurusi itu semua tentu melakukan aktivitas rapat udah biasa dilakukan. Kalau dihitung-hitung, ekstrimnya selama sepekan ternyata bisa nyampe lima kali rapat ~__~ hohooo.

Bikin pegel banget tuh, apalagi nih pikiran bener-bener tersita. Pembahasan dari hari ke hari bukannya makin selesai, tapi malah makin nambah aja. Wah wah betapa urusan umat ini emang begitu banyak yak..? gag ngebayangin berapa banyaknya pekerjaan para pemangku jabatan di tingkat atas sana kalau pas ngurusin negara, wah mesti sibuk banget tuh. Okay, kembali ke celotehku, persoalan sibuk kayak gini sebenarnya sudah hal yang lumrah bagi seorang aktivis, apalagi yang menjadi aktivis dakwah spesifiknya lagi aktifis dakwah sekolah.hehehe….biasanya sih setelah 5 kali syuro kayak gitu tiga hari sisanya dalam sepekan dilanjutkan dengan aksi di lapangan.Yaaa..apalagi donk kalau bukan buat asistensi agama islam, atau bahasa kerennya untuk anak2 dakwah sekolah adalah mentoring agama islam  .

Naah..untuk mentoring aja gag cukup satu sekolah tuh, kadang keluar masuk sekolah. Terhitung sih ada tiga sekolah yang rutin tiap pekannya keluar masuk buat mentoring.hoho…capek lho..hehe.Secara fisik sih emang bakal ngerasa capek, yang paling terasa saat paginya bangun tidur badan jadi bener-bener ngerasa pegel-pegel. Eits..tapi tunggu dulu, sebenarnya kalau dibarengi perasaan ikhlas dan sabar Insya Alloh semua beban-beban kayak gitu jadi terasa ringan lho apalagi kalau diingat lagi bahwa Alloh pasti membalas setiap keletihan kita yang digunakan untuk berjuang di jalan-Nya. Atau kemudian kata-kata yang cukup menyemangati adalah bahwa, ‘kelak semua akan indah pada waktunya’ .

Jadi guys kalau udah terjun ke dunia dakwah kayak gini sepertinya jadi ‘ogah’ untuk keluar, karena terlanjur sudah ngerasa “nikmatnya” beban-beban perjuangan, ukhuwah bersama sahabat-sahabat yang tidak bosan-bosannya menjadi tempat berbagi . Memang sebaik-baik sahabat adalah orang yang beriman, karena dia akan mengingatkanmu ketika engkau salah dan memberi penyemangat saat kita harus bangkit dari keterpurukan. Yah semenjak hari-hari itu memang benar-benar mengubah wajah duniaku, dunia tempat kita hidup yang sebenarnya hina ini bisa berubah menjadi indah dan bermakna dengan lantunan seruan dan saling mengingatkan dalam kebaikan . Buat teman-temanku yang luar biasa pengorbanannya, jangan khawatir Alloh senantiasa menjadi pendengar yang setia ketika kita berkeluh kesah dengan beban berat dan cobaan, dan sekali lagi semua akan indah pada waktunya. Semua hanya soal waktu kawan, percayalah =) mari jaga keistiqomahan kita! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s