Young Imam versus Indonesian Idol

Tulisan ini saya persembahkan kepada generasi muda bangsa yang saat ini sedang mengalami degenerasi moralitas. Saya mendapat inspirasi dari sebuah web islam eramuslim.com. Di web itu tertuliskan sebuah berita tentang pemilihan “young Imam” di Malaysia. Malaysia..? pikirku, ya benar Negeri Jiran. Negara yang populasi muslimnya hanya 60%. Bandingkan dengan Indonesia yang 80%. Lalu..? jadi begini ceritanya..ck ck ck. Saya cukup prihatin dengan generasi muda yang gayanya sok kebarat-baratan, mulai dari segi pakaian, style life, dan nyanyian2nya. Hal tersebut tidak terlepas dari factor pribadi generasi muda. Kalau kita amati, sejauh mana sich keluarga mampu menjalankan perannya membentuk pribadi rabbani dan berakhlaq..? lalu bagaimana keadaan masyarakat yang membesarkannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat tempat dia tumbuh akan mampu membentuk karakter dan jati diri seseorang, ya kira2 80% lah. Media ternyata juga sangat berperan penting dalam proses tersebut, terutama televise. Konten-konten acara Tv saat ini masya Allah, hampir gag ada yang bermutu. Yakin dech kalau keadaan kayak gini terus dibiarkan, lalu nasib bangsa ini mau dibawa kemana..? salah siapa..? peserta young imam
Tanggung jawab utama
Kita semua sudah memahami bahwa tanggung jawab pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, akan tetapi dala kacamata analisis saya (cie cie..^^) peran pemerintah sangat besar dalam mengkondisikan pembinaan insan pemuda tersebut. Ini nich pak presiden RI, kalau anda mampu menghandle media elektronik seperti acara2 dan program televisi, maka saya jamin pembinaan anak muda bangsa ini dapat terarah. Jangan biarkan jatuh di tangan para orang-orang “swasta”yang sarat dengan kapitalisme, yang hanya nyar untung doank tanpa melihat nilai-nilai moralitas. Minimal acara TV lah,ayo donk pak Presiden. Saya sudah geram nic dengan acara TV yang sangat sangat gag mutu banget…(apa Anda sebgai pemimpin juga merasakan..?; kalau merasakan hal yang sama lantas apa yang sudah anda lakukan) hmmmm….rasa kesal dan jengkel. Pemerintah selayaknya membuat regulasi ketat dan mengaktifkan lagi Lembaga sensor Film dan program Acara Tv.

Indonesian idol
pemilihan Indonesia Idol
Anak muda saat ini pasti tau judul acara di atas. Yup! Sebuah program yang katanya nyari idola anak muda ini disiarkan salah satu stasiun TV swasta di idonesia..(perlu tak sebutkan gag ya…sebutin aja biar tau: RCTI).Dalam program tersebut, ditampilkan para penyanyi muda yang kemudian diseleksi oleh dewan juri, lantas ditentukan pemenangnya. Tak kasih tau nich, coba bandingin dengan MALAYSIA. Di sana ada sebuah program menarik, Young Imam namanya. Program ini disupport penuh oleh pemerintah federal Malaysia. Tujuan program ini untuk memilih imam muda Malaysia( perlu diketahui; imam di Malaysia digaji pemerintah dan perannya juga sebagai konsultan agama masyarakat). Pemenang program ini akan mendapat bea siswa ke Arab Saudi dan selepas itu menjadi imam di masjid di Malaysia. Antara Indonesia dan Malaysia memang beda. Kalau negeri jiran ini snagat konsen dalam pembinaan umat islam, sednagkan Indonesia..hemmmm non sense. Huh pemerintah gag peduli! Bahkan saat ada video porno artis, justru pemerintah malah nyalahi ulama untuk membina jamaahnya.salah siapa nek gitu. Ulama disuruh membina sednagkan kesejahteraan mereka gag diperhatikan. Tulisan ini adalah kritikan buat pemerintah dan yang “ngaku-ngaku pejabat”. Wahai pejabat, Insyaflah.

10 thoughts on “Young Imam versus Indonesian Idol

  1. gaji yang dimaksud di sini diperuntukkan bagi takmir masjid setempat, shngga benar2 fokus menjalankan programnya. ini memang terjadi di negara malaysia. hal ini dalam rangka kepedulian pemerintah terhadap ulama dan pengurus masjid

  2. Takmir ==> akar katanya ” amara – yakmuru -amr – amir ” dan seterusnya (
    penyuruh, pengurus, yg diserahi urusan, yg memerintah dan seterusnya)
    Ta’mir ===> ” ‘amara – ya’muru – ‘imarun / ‘imaratun – ‘aamir ” dan seterusnya (
    yg memakmurkan, orang mestinya meramaikan masjid dengan dasar Taqwa misal
    sholat, tadarrus, ta’lim dll ) ya atas dasar karena tuhan aja donk !!!!!!!!! kalau jadi takmir???????
    oh ya maaf asal nyelonong aja dari kemarin kenalin nama saya iif abdullatif alamt bandung sekolah smkn 12 bandung ngikut kritik aja lah

  3. @abdulatif: o iya,..monggo silahkan.ini forum bebas berbicara dan berargumen..saya suka dengan orang yang kritis. anda bagus bahasa arab nya ya..belajar di madrasah ya?@

  4. ya memang saya dulu dari mts tapi sekarang di smk, juga saya nambahin kritik jadilah diri sendiri dulu kenali diri sendiri dulu, jangn meniru orang lain hasil dari young imam kah ini yang mencuri ikan, kemudian mengklaim kebudayan, dan wilayah negara lain . ini juga kan dasar dari agam khususnya islam yaitu apa hargai orang lain , negara lain, kebudayaan orang lain tapi ini malah menantang indonesia sendiri presiden indonesia islamic bahkan ketum PP muhammadiyah mengecam perbuatan pemerintah malaysia, ini sudah masuk kedalam agama, apa reaksi ulama malysia belum ada sampai detik ini………..wassalam

  5. @abdulatif: maaf tapi jangan men-generalisasi kasus..ya seperti juga Indonesia, tidak semua orang Malaysia baik2, ada yang baik ada yang buruk juga tentunya. tindakan penangkapan DKP itu mungkin politik yang tidak pas yang dilakukan oleh Malaysia,..yaa kita gag tau apa mereka juga lulusan Young Imam, ya kita gag tau. tetapi kan di sana ada upaya bagus untuk memperbaiki generasi muda melalui program Young Imam, itu yang saya apresiasi.
    sebagaimana yang kita tau, Malaysia itu bukan negara “setiap orang bebas berbicara”, tidak seperti indonesia. yaa karena ini murni ranah politik, jadi Ulama Malaysia juga belum banyak bicara. beda dengan Indonesia, Ulama seperti PP muhammadiyah punya andil berbicara dan sangat diakui eksistensinya di negeri ini. yaa wajar jika PP melantangkan suara nya. dan ini sah-sah saja. tetapi jika konklusinya adalah perang, saya rasa kurang pas. siapa sih yang kita hadapi..?saudara sendiri bukan…?ya, saudara secara suku (melayu, bugis, sumatera) dan juga saudara se iman. dan jika ada konflik, maka perlu kita lakukan ” fa aslihu baina akhowaikum”…karena “innamal mukminuuna Ikhwah”

  6. maaf baru jawab sekarang susah cari web ini nah kan anda tahu bahwa di malaysia itu orang tidak bebas berpendapat berbeda seperti di indonesia nah bagaimana jika ada masalah agama yang pelik, ulama gak bisa memberikan fatwa terhadap masalh itu donk bercerminlah dari negara yang ditiru oleh kita bukan yang meniru kita, jadilah negara kita sendiri” Negara Kesatuan Republik Indonesia” bukan negar islam indonesia
    nah yah saya juga pernah nemu artikel bahwa judi di legalkan di malaysia, maaf bukan karena saya merasa kurang hati mendengar malaysia tapi ini nyata alasan mengapa malaysia melegalkan judi adalah judi bagian dari olahraga ….maaf sekalo lagi bukan karena saya benci terhadap pemerintahan malaysiaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!dan bukti bahwa ulama lemah di sana
    hapunten anu saageng-agengna wassalamualaikum Wr.Wb

  7. @latif: he he..gag ada akhi yang namanya negara islam saat ini. Arab saudi pun g bs dipandang negara islam. malaysia memang melegalkan judi di suatu pulau.sama dengan indonesia yang melegalkan prostitusi dengan maksud lokalisasi. yaa memang seperti ini kondisinya, tapi qta gag boleh nyerah untuk nerapin nilai2 Islam. indonesia ini gag harus negara islam indonesia, tapi gag masalah NKRI tapi nilai2 yang dimunculkan adalah konsep islami, biarkan pancasila tetap ada karena ia juga mengadopsi nilai2 ketuhanan dan kemanusiaan.
    saya gag ingin terlalu melebih2 kan salah satu negara yang nanti justru berakibat ‘nasionalisme sempit”. tapi saya ingin memberikan fakta yang ada.
    antum punya blog yg bisa disilaturahimi..?

  8. sorry my blog is not good i’m new join the blogspot and wordpress around this year sorry you can’t silaturahmi to my blog thanks……….
    maka jadilah diri sendiri yang bisa dicontoh oleh orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s