Legalitas MUI

MUI atau Majelis Ulama Indonesia merupakan perkumpulan dari Ulama-Ulama yang memiliki kafaah keilmuan tentang Agama Islam. MUI bukan sekedar perkumpulan ulama dari golongan tertentu saja, akan tetapi berasal dari berbagai macam golongan dan ormas islam, seperti NU dan Muhammadiyah. Salah satu tugas MUI adalah menyelesaikan persoalan-persoalan umat dengan mengkaji dan memberi alternatif-alternatif solusi melalui fatwa. Keberadaan MUI di Indonesia sangat penting kedudukannya sebagai sebuah wadah legal formal untuk menyuarakan syariat Islam. Secara pribadi, lembaga seperti MUI musti ada di negeri ini, jika tidak lalu siapa yang bisa mengawal penerapan syariat Islam di Indonesia? Walapun jalan yang dilalui oleh MUI tidaklah selalu lapang, akan tetapi sampai saat ini lembaga ini masih tetap eksis. Pada tahun lalu, beberapa organisasi dan suara masyarakat (tertentu) berusaha menekan pemerintah untuk membubarkan lembaga agung ini. Akan tetapi karena kehendak Allah, MUI tetap dapat bertahan dan tidak jadi dibubarkan.
Ada beberapa peran yang dilakukan MUI dalam gerak dakwahnya, sesuai dengan khitahnya yakni
1. Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya)
2. Sebagai pemberi fatwa (mufti)
3. Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Ri’ayat wa khadim al ummah)
4. Sebagai gerakan Islah wa al Tajdid
5. Sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar

Jika MUI mampu secara maksimal melaksanakan kelima fungsi tersebut, insya Allah aka nada perbaikan di seluruh masyarakat Indonesia. Tentu saja untuk memperbaiki masyarakat perlu dukungan semua pihak, terutama Pemerintah untuk memberi wewenang secara legal kepada MUI dan melaksanakan keputusan dan fatwa MUI. Pemerintah dan MUI diharapkan dapat mampu berjalan seiring sejalan dalam rangka melakukan tajdid dan islah. Untuk itu, saudaraku terlebih lagi UMAT ISLAm, mari kita dukung keputusan2 MUI dan fatwa2 nya dengan tujuan agar ada perbaikan dalam diri umat islam Indonesia dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya yakin kok, semua yang difatwakan MUI itu tidaklah berseberangan dengan fitrah dan ajaran Islam, jelas donk karena sumbernya kan juga Al-Quran dan Sunnah Rasul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s