Industri Pertanian

Teknologi  Industri Pertanian

Merupakan salah satu bidang ilmu multidisipliner yang memfokuskan pada rekayasa system, pengelolaan manajemen, serta peningkatan kualitas bahan pangan melalui aplikasi teknologi modern. Banyak berkah dan manfaat yang dapat diraih apabila penguasahttps://sunevening.wordpress.com/wp-admin/post-new.phpan ilmu ini dapat terpenuhi dengan baik. Alasannya adalah bahwa ilmu ini memegang kunci dan peran yang sangat vital karena langsung berhubungan dengan kebutuhan pokok manusia, yakni kebutuhan makan. Makanan merupakan satu dari tiga macam kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, disamping sandang dan papan. Makanan yang berkualitas adalah makanan yang memenuhi standar gizi, bebas dari mikroba penyebab penyakit, aman dari kontaminasi zat2 baik berupa fisik maupun kimia.

Pembahasan mengenai industry pertanian tidak bias lepas dari peran teknologi. Teknologi di sini bukan berarti sesuatu yang harus “njelimet” dan modern, akan tetapi bias dari teknologi yang konvensioanal ataupun juga dari teknologi modern. Penguasaan ilmu ini membutuhkan dukungan dari berbagai disiplin ilmu antara lain, ilmu-ilmu dasar seperti biologi, kimia, dan Fisika, disamping matematika dasar. Kemudian dilanjutkan dengan tambahan ilmu-ilmu aplikatif dari ilmu-ilmu dasar tersebut, seperti matematika industri, satuan proses, satuan operasi, mikrobiologi dasar, mikrobiologi industry,Kimia-biokimia, bahkan ilmu-ilmu terkait manajemen juga dipelajari di sanan seperti manajemen Industri, manajemen terakait dengan sumber daya manusia seperti manajemen personalia, kemudian manajemen operasi perusahaan dan masih banyak lagi. Di beberapa universitas di Indonesia, fakultas ataupun jurusan yang menekuni pada bidang ini masih dinilai belum begitu banyak. Salah satu diantaranya adalah Universitas Gadjah Mada, merupakan satu dari sekian universitas yang menyelenggarakan pendidikan mengenai Teknologi Pertanian.

>Menyongsong Industrialisasi Pertanian

Para pakar dunia khususnya dalam bidang pertanian memprediksi bahwa angka kelaparan dunia akan semakin meningkat. Bahaya ini jika tidak diatisipasi akan mengakibatkan ketidakharmonisan masyarakat dunia dan akan menyebabkan peperangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, bangsa-bangsa di dunia lewat FAO mengadakan pertemuan dan kemudian menyetujui bahwa olusi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi pertanian. Langkah tersebut kemudian direspon oleh wakil presiden Indonesia, Boediono. Wapres menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi lubung padi dunia yang siap memenuhi kebutuhan pangan dunia. Melalui Undang- Undang No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Boediono menyatakan optimis bahwa produksi pertanian Indonesia dapat ditingkatkan. Dalam undang-undang tersebut memberikan peluang besar bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Konsep yang ingin dibangun adalah bahwa para pengusaha asing tersebut nantinya akan ikut memberdayakan para petani melalui pemanfaatan lahan pertanian milik petani local. Berkaca dari keberhasilan penanaman modal di sector sawit, wapres berkeinginan pula untuk menerapkannya pada tanaman padi. Produksi minyak sawit mentah (CPO) Indonesia naik pesat. Pada 2004 produksi CPO sekitar 10,8 juta ton, tahun 2009 diperkirakan 19,4 juta ton. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi bahkan menyatakan, produk kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi pengungkit nilai ekspor. Ekspor komoditas perkebunan tahun 2004 hanya 8,26 miliar dollar AS dan tahun 2009 diperkirakan 24,5 miliar dollar AS. Namun, sejumlah kalangan menilai bahwa industrialisasi minyak sawit tidak membawa banyak berkah bagi petani dan konsumen, apalagi petani plasma dengan nilai tawar rendah. Lebih ironis lagi, saat tahun 2007/2008 harga komoditas sawit melesat, warga justru kelimpungan tidak mampu menjangkau kenaikan harga minyak goreng. Kondisi yang tak jauh beda dialami komoditas gula. Agar semua program tersebut dapat berjalan, para analis pertanian di Indonesia menyatakan bahwa semuanya tergantung kepada pemerintah. Kemajuan industrialisasi pertanian harus didukung pula dengan pemberadayaan petani dengan baik. Jangan sampai lagi-lagi petani menjadi korban kekejaman investor asing dengan merampas tanah garapan mereka. Petani-petani harus mendapatkan pembinaan yang baik dari pemerintah dan harus ada pelibatan di dalam organisasi /asosiasi petani. Pemerintah melalui departemen pertanian harus mampu membina SDM yang baik dalam hal pengelolaan industry pertanian. Asosiasi petani tersebut diharapkan bias menjadi corong ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani Indonesia. Melalui organisasi petani yang baik, para petani akan semakin kuat jika di suatu hari nanti dihadapkan dengan kekuatan pemodal asing.

4 thoughts on “Industri Pertanian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s