Terkait Para Capres, Siapakah yang Lebih Pantas?

Kamis, 25 Juni 2009

Tadi habis lihat debat di tv swasta. Banyak yang bisa diambil hikmahnya. Dari ketiga capres, saya sudah dapat memberi penilaian secara subyektif bahwa dari ketiganya terlihat capres mana yang tampak secara sungguh-sungguh akan melaksanakn visi dan misinya, juga tampak capres yang bicaranya tanpa kesan apa pun dan terlihat hanya sekedar mengkritik orang lain saja. Saya memang sudah punya pilihan tentang calon presiden saya, akan tetapi tidak begitu saja saya menjustifikasi bahwa pilihan saya adalah pilihan yang paling tepat dan benar, apalagi yang ideal. Justru saya mengatakan bahwa capres pilihan saya tidaklah se-ideal ketentuan secara islami. Begitu juga dengan capres lain. Saya memandang bahwa dalam hal ini pak SBY sbagai presiden kita saat ini sudah begitu luar biasa memberikan tauladan kepada rakyatnya. Ketika beliau menyuruh untuk belajar, beliau sudah memulainya dari diri sendiri. Sampai kemudian beliau menamatkan gelar doktornya, dan sampai saat ini sebenarnya beliau lebih suka dipanggil sebagai seorang doctor ketimbang seorang militer. Saya idak tahu pasti apa alasan beliau menyukainya, akan tetapi boleh dikata bahwa jika masyarakat sering mendengar bahwa beliau adalah mantan seorang jendral, mantan seorang militer berpangkat tinggi tentu hal ini akan menimbulkan trauma tersendri bagi rakyat Indonesia dan bahkan akan dapat menurunkan citranya di mata konstituen.

1806grafSekilas melihat hasil survey dan hasil polling sms menempatkan capres SBY berada pada urutan teringgi dibandingkan dengan capres yang lain. Setidaknya presentasi yang kini diraih oleh masing-masing capres adalah SBY sekitar 55%, JK 25% dan urutan terakhir adalah Mega dengan presentase 18%. Tentu ini bukanlah sebuah hasil final dari pilihan rakyat Indonesia mengingat tidak semua rakyat Indonesia selalu ‘memegang HP’ dan selalu ‘punya pulsa’.menurut saya yang paling diuntungkan dengan adanya polling seperti ini adalah SBY dan yang paling merasa tidak diuntungkan adalah Mega. Mengapa demikian?kita tentu sangat sering mendengar jargon-jargon masing-masing kandidat, mega dengan pro rakyatnya dan SBY dengan ‘Lanjutkan-nya’ artinya dengan melanjutkan program-program pensejahteraan rakyat. Mega dengan jargon pro rakyat dan parati wong cilik tentu lebih memfokuskan pada konstituen para rakyat kelas menengah ke bawah. Sebagaimana kita tahu bahwa orang-orang kelas menengah di negeri ini identik dengan pendidikan rendah (tidak paham t’hadap kondisi bangsa), Miskin (hp punmungkin tidak punya) sehingga akan sedikit sekali yang mengirimkan sms kepada ibu Mega dan hasilnya dapat ditebak sendiri bahwa beliau hanya dapat meraih angaka 18%. Selanjutnya untuk capres SBY, beliau lebih mempunya konstituen para golongan menengah ke atas dan para anak meuda denga pendidikan yang mumpuni dan dengan standar ekonomi menengah ke atas. Hal ini tentu akan memudahkan beliau terkait dengan polling-polling yang selama ini dilakukan mengingat para konstituennya adalah golongan yang berpunya. Hasilnya dapat kita lihat bahwa beliau mendapat angka 55%, nilai yang fantastis dan hal ini sudah sangat cukup untuk memenangkan beliau dengan hanya melakukan satu kali putaran pemilu.

2 thoughts on “Terkait Para Capres, Siapakah yang Lebih Pantas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s