Belajar dari Seorang Mohammad Natsir

Mohammad NatsirSiapa sih yang tidak mengenal sosok Mohammad Natsir. Semua orang yang mengaku politisi islam pasti tahu dan mengenal baik siapa sosok ini sebenarnya. Beliau adalah seorang pejuang dakwah. Pada masa muda sampai akhir hayatnya beliau abdikan dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa meninggikan Kalimat-Nya dengan berjuang di jalan dakwah. Semua aktivitas hidupnya ia pergunakan untuk menyeru kebenaran baik itu dalam kehidupan sehari-harinya maupun dalam kancah politik. Tokoh dakwah abad ke-20 ini adalah seorang ikhwan kelahiran Sumatera Barat, tepatnya di Alahan Panjang, Solok. Beliau lahir pada tanggal 17 Juli 1908.

Pendidikan di usia mudanya ia habiskan di HIS (Hollandse Inlandse School) sebuah pendidikan/sekolah untuk pribumi. Beberapa tahun lamanya ia mengenyam di pendidikan buatan pemerintah tersebut. Setelah lulus dari HIS ia melanjutkan studinya ke MULO (Midlebare Uitgrebeid Larger Onderwys) sebuah sekolah pemerintah Belanda yang dikhususkan kepada anak-anak pribumi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Pada saat itu merupakan sebuah penghargaan bagi orang pribumi apabila bisa mengenyam pendidikan di MULO karena syaratnya yang luar biasa tidak main-main, kecerdasan intelektual di atas rata-rata. Mohammad Natsir dikenal sebagai orang yang mahir dalam bidang bahasa, tercatat beliau mampu menguasai berbagai bahasa penting di dunia, yakni Arab, Inggris, Belanda, Latin, Perancis, dan Jerman. Karena keahliannya itulah maka ia dapat dengan mudah menguasai buku-buku berbahasa asing sehingga tingkat keilmuanya sangat luas. Pendidikan terakhir yang beliau tempuh adalah AMS (Algemene Middlebare School) di Bandung. Di sini lah ia kemudain bertemu dengan tokoh-tokoh dakwah lainnya anatara lain Agus Salim dan Ahmad Soorkati.……Bersambung……………

4 thoughts on “Belajar dari Seorang Mohammad Natsir

  1. buktikan bahwa anda-anda pembaca kagum dengan M.Natsir makan dengan tangan kanan tidak pake sumpit atau sendok ‘ ketika swktu bliau makan bersama orang belanda dengan tangan kanan kata orang belanda;”ugh Slob draagt hij de hand eten”(ih jorok makan pake tangan) jawab M.Natsir:”juist omdat je meer slordige zet een lepel gebruikt om andere mensen die niet weten eet ex-(justru anda yang lebih jorok karena makan memakai sendok bekas orang lain tidak tahu bekas siapa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s