Beberapa waktu terakhir ini merasa sedang kering asupan seni dan budaya. Hanya berkutat pada tugas-tugas membuat pikiran selalau kaku dan fokus yang berlebihan. Setelah dipikir-pikir ternyata ruang hati ini membutuhkan kelembutan se
ni sastra dan syair-syair penggugah jiwa. Langsung saja kuputuskan hari itu untuk ke Perpustakaan Pusat UGM. Alhamdulillah telah terobati dengan kutemukannya syair dan novel Kahlil Gibran. wah senang banget, karena ini pertama kali datang ke perpus untuk meminjam buku fiksi novel, biasanya nih tentang ilmu manajemen, beberapa referensi keteknikan (halah…^^). Judul karya sastra ini adalah “Trilogi Cinta Abadi”, mungkin sudah sering terdengar mengingat novel ini sudah terkenal. Ada petikan hikmah yang ku dapat di sana, diantara nya tentang sebuah kisah berjudul SANG NABI.
Dalam kisah tersebut diceritakan dengan nada yang sangat soft, penuh dengan nuansa emosional. Ya, Sang nabi yang menjadi tokoh dalam kisah tersebut mengungkapkan akan kerinduan terhadap tanah kelahirannya. Bertahun-tahun ia telah menunggu sebuah kapal yang datang menjemputnya. Hingga pada suatu saat, waktu yang dinanti-nanti itu tiba. Ia sebenarnya cukup ragu untuk meninggalkan pulau yang telah merawatnya itu, dimana di sana ia bisa berbagi dan banyak memberi pencerahan atas hikmah-hikmahnya. Luar biasa, ia telah membangun sebuah spirit kemanusiaan yang telah lama mati. Banyak orang telah berguru dan mendapat nuansa kehidupan baru, sungguh luar biasa. Pernah suatu ketika, ia ditanya oleh seorang wanita yang sudah berputra,
buku trilogi cinta abadi

wanita itu berkata, “ Bicaralah tentang Anak-anak. “

Dengan bahasa yang indah dan penuh kelembutan, Sang Nabi berkata,

“Anak –anakmu bukanlah anak-anakmu. Mereka adalah putra dan putri dari kehidupan itu sendiri, Mereka datang melalui kalian tetapi tidak berasal dari dirimu, dan walaupun mereka bersamamu, mereka bukan milikmu. Kau boleh memberi mereka cinta mu tetapi bukan pikiran mu. Karena mereka memiliki pikiran sendiri. Kau boleh merumahkan tubuh mereka tetapi bukan jiwa mereka, karena jiwa-jiwa mereka berkeliling, dalam rumah esok hari, yang tidak dapat kau kunjungi, bahkan dalam mimpi sekalipun. Kau boleh berusaha seperti mereka, tetapi jangan membuat mereka menjadi seperti mu. karena hidup tidak berjalan mundur atau berkaitan dengan kemarin. Kau adalah busur di mana panah anak-anakmu diluncurkan “

masih banyak ungkapan bijak Sang Nabi, bener-bener inspiring bagi saya. Oke, let’s continue Our Day!!!

Advertisement