Selama beberapa waktu pemikiran ini selalu terombang-ambing dengan berbagai godaan dan bisikan syaitan. Kini mulai kuperdalam dan kuyakini secara penuh bahwa aku terlahir bukan untuk menjadi orang yang tidak bermanfaat, tetapi aku lahir dengan segala potensi untuk dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya untuk umat. Aku diperintahkan utnk memerangi orang-orang kafir yang memusuhi islam dan memberikan dakwah kepada mereka yang membutuhkannya.jalan dakwah yang kutempuh adalah jalan dakwah berjamaah di bawah panji jamaah. Aku memantapkan pilihan ini untuk bertadkhiyah bersama jamaah. Saya berusaha konsisten dengan jalan dakwah ini sampai maut menjemput. Aku tidakingin merasa takut dan inkonsisten dengan jalan ini, karena aku yakin Allah SWT pasti akan memberikan pertolongan kepada hambanya yang selalu menolong agama-Nya.Fight!!!i’m Muslim!!
21 Oct
Refleksi Tarbiyah
Selama beberapa waktu pemikiran ini selalu terombang-ambing dengan berbagai godaan dan bisikan syaitan. Kini mulai kuperdalam dan kuyakini secara penuh bahwa aku terlahir bukan untuk menjadi orang yang tidak bermanfaat, tetapi aku lahir dengan segala potensi untuk dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya untuk umat. Aku diperintahkan utnk memerangi orang-orang kafir yang memusuhi islam dan memberikan dakwah kepada mereka yang membutuhkannya.jalan dakwah yang kutempuh adalah jalan dakwah berjamaah di bawah panji jamaah. Aku memantapkan pilihan ini untuk bertadkhiyah bersama jamaah. Saya berusaha konsisten dengan jalan dakwah ini sampai maut menjemput. Aku tidakingin merasa takut dan inkonsisten dengan jalan ini, karena aku yakin Allah SWT pasti akan memberikan pertolongan kepada hambanya yang selalu menolong agama-Nya.Fight!!!i’m Muslim!!
26 Jun
Terkait Para Capres, Siapakah yang Lebih Pantas?
Kamis, 25 Juni 2009
Tadi habis lihat debat di tv swasta. Banyak yang bisa diambil hikmahnya. Dari ketiga capres, saya sudah dapat memberi penilaian secara subyektif bahwa dari ketiganya terlihat capres mana yang tampak secara sungguh-sungguh akan melaksanakn visi dan misinya, juga tampak capres yang bicaranya tanpa kesan apa pun dan terlihat hanya sekedar mengkritik orang lain saja. Saya memang sudah punya pilihan tentang calon presiden saya, akan tetapi tidak begitu saja saya menjustifikasi bahwa pilihan saya adalah pilihan yang paling tepat dan benar, apalagi yang ideal. Justru saya mengatakan bahwa capres pilihan saya tidaklah se-ideal ketentuan secara islami. Begitu juga dengan capres lain. Saya memandang bahwa dalam hal ini pak SBY sbagai presiden kita saat ini sudah begitu luar biasa memberikan tauladan kepada rakyatnya. Ketika beliau menyuruh untuk belajar, beliau sudah memulainya dari diri sendiri. Sampai kemudian beliau menamatkan gelar doktornya, dan sampai saat ini sebenarnya beliau lebih suka dipanggil sebagai seorang doctor ketimbang seorang militer. Saya idak tahu pasti apa alasan beliau menyukainya, akan tetapi boleh dikata bahwa jika masyarakat sering mendengar bahwa beliau adalah mantan seorang jendral, mantan seorang militer berpangkat tinggi tentu hal ini akan menimbulkan trauma tersendri bagi rakyat Indonesia dan bahkan akan dapat menurunkan citranya di mata konstituen.

Se
kilas melihat hasil survey dan hasil polling sms menempatkan capres SBY berada pada urutan teringgi dibandingkan dengan capres yang lain. Setidaknya presentasi yang kini diraih oleh masing-masing capres adalah SBY sekitar 55%, JK 25% dan urutan terakhir adalah Mega dengan presentase 18%. Tentu ini bukanlah sebuah hasil final dari pilihan rakyat Indonesia mengingat tidak semua rakyat Indonesia selalu ‘memegang HP’ dan selalu ‘punya pulsa’.menurut saya yang paling diuntungkan dengan adanya polling seperti ini adalah SBY dan yang paling merasa tidak diuntungkan adalah Mega. Mengapa demikian?kita tentu sangat sering mendengar jargon-jargon masing-masing kandidat, mega dengan pro rakyatnya dan SBY dengan ‘Lanjutkan-nya’ artinya dengan melanjutkan program-program pensejahteraan rakyat. Mega dengan jargon pro rakyat dan parati wong cilik tentu lebih memfokuskan pada konstituen para rakyat kelas menengah ke bawah. Sebagaimana kita tahu bahwa orang-orang kelas menengah di negeri ini identik dengan pendidikan rendah (tidak paham t’hadap kondisi bangsa), Miskin (hp punmungkin tidak punya) sehingga akan sedikit sekali yang mengirimkan sms kepada ibu Mega dan hasilnya dapat ditebak sendiri bahwa beliau hanya dapat meraih angaka 18%. Selanjutnya untuk capres SBY, beliau lebih mempunya konstituen para golongan menengah ke atas dan para anak meuda denga pendidikan yang mumpuni dan dengan standar ekonomi menengah ke atas. Hal ini tentu akan memudahkan beliau terkait dengan polling-polling yang selama ini dilakukan mengingat para konstituennya adalah golongan yang berpunya. Hasilnya dapat kita lihat bahwa beliau mendapat angka 55%, nilai yang fantastis dan hal ini sudah sangat cukup untuk memenangkan beliau dengan hanya melakukan satu kali putaran pemilu.
9 Jun
TUJUH KAIDAH MEMILIH PEMIMPIN NASIONAL
Ikhwah fillah, musim pemilu kini telah tiba. Menjadi kewajiban bagi kita semua untuk bisa ikut berkontribusi dalam menentukan masa depan bangsa. tidak ada alasan bagi kita untuk tidak ikut menentukan pemimpin kita. Maka dari itu harus benar-benar kita perhatikan siapa pemimpin kita, bagaimana track recordnya dalam mengambil kebijakan yang mensejahterakan rakyat, dan sejauh mana keberpihakannya pada umat Islam. oleh sebab itu kita pelajari bagaimana seharusnya kita sebagai umat Islam terutama bagi aktivis dakwah untuk memilih pemimpin nasional kita. Ingat, pilihan kita menentukan masa depan diri kita, baik di dunia ataupun di akhirat. Maka saudaraku, pilihlah dengan bijak siapa pemimpinmu. Dalam hal ini ada tujuh kaidah yang harus kita perhatikan.
KAIDAH-1:
“Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang punya mata hati” (QS:Al Hasyr: 2)
Kegagalan moral orang Yahudi dalam perjanjiannya dengan Rasulullah SAW telah
membawa pada kekalahan mereka di hadapan tentara Islam. Tapi karena mereka tidak
ingin meninggalkan aset-aset yang akan menjadi rampasan tentara Muslim, maka mereka
menggunakan jurus mabuk menghancurkan asset-aset itu dengan tangan mereka sendiri.
Adalah merupakan sunnatullah dalam perjuangan, bahwa jika terjadi kegagalan moral
yang tidak diperbaiki, maka cepat atau lambat akan membawa kepada kegagalan
perjuangan itu sendiri. Karena sejatinya kemenangan itu adalah kemenangan moral dan
pertolongan Allah hanya akan diberikan kepada pejuang yang berakhlaq, berintegritas
dan berkarakter.
Menyimak pengalaman bangsa Indonesia selama kekuasaan rezim orde baru dengan
kroni-kroninya merupakan bom waktu yang tidak tertahankan lagi sehingga melahirkan
gerakan reformasi 1998. Pengalaman pahit ini harus dijadikan ‘ibrah supaya kita tidak
terperosok ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya, sebagaimana pesan
Rasulullah SAW: ”Orang beriman tidak terperosok ke dalam lubang biawak untuk
kedua kalinya”. (HR Bukhari-Muslim)
KAIDAH-2:
“Apa yang tidak tercapai seluruhnya jangan ditinggalkan seluruhnya” (Kaidah Fiqhiyah)
Bersatunya parpol-parpol Islam menjadi harapan umat yang diserukan banyak pihak
sekalipun belum terwujud secara ideal. Namun demikian, meskipun dalam bentuk lain
dan bersifat tidak langsung, saat ini keempat parpol Islam telah bersatu dalam
mendukung pasangan SBY-Budiono. Semangat persatuan parpol-parpol Islam masih
kokoh. Jika harapan ummat belum bisa dicapai sepenuhnya, kita tidak boleh
meninggalkan seluruh parpol Islam tersebut dalam pilpres ini. Sesuai kaidah ulama ”apa
yang tidak tercapai seluruhnya jangan ditinggalkan sama sekali”. Terutama parpolparpol
Islam tersebut telah membentuk suatu koalisi antar kekuatan reformis. Suatu
format ikatan antar partai-partai Islam itu jauh lebih baik dari koalisi lain. Dalam hal ini
Rasulullah SAW memberikan taujih:
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling hasad,
saling menipu dalam jual beli, saling membenci, saling berpaling. Janganlah kalian
menjual jualan orang lain dan jadilah kalian bersaudara. Setiap muslim adalah
bersaudara. Jangan menzalimi, jangan membiarkan, jangan menghina, jangan
meremehkan. Ketaqwaan adalah disini (menunjuk ke dadanya tiga kali). Cukuplah salah
seorang berdosa jika meremehkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah
haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR Muslim)
KAIDAH-3:
“Kebaikan yang berdampak luas lebih dipertimbangkan” (Kaidah Fiqhiyah)
Kebebasan dakwah yang merupakan anugerah Allah pada masa kepemimpinan SBY
sangat dirasakan oleh umat Islam. Ini merupakan modal besar dan kebaikan yang
berdampak positif secara luas. Hal ini harus lebih dipertimbangkan sebagai skala prioritas
dalam menentukan pilihan kemaslahatan termasuk kepemimpinan publik, jika
dibandingkan dengan kebaikan-kebaikan yang bersifat terbatas dan individual. Oleh
karena itu kemaslahatan yang seperti ini harus dikelola lebih baik dalam rangka
meningkatkan capaian-capaian dakwah yang lebih besar.
KAIDAH-4:
“Menghindari perdebatan yang tidak produktif”
Memperjuangkan kesejahteraan rakyat harus dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan. Dan capaian-capaian yang sudah ada merupakan dasar pertimbangan
yang lebih logis dan realistis dibanding dengan wacana yang masih diperdebatkan. Dalam
kaitan ini paket kebijakan pro-rakyat yang telah berjalan selama ini, seperti BLT, BOS,
PNPM, KUR, Jamkesmas, swasembada beras dan lahirnya Undang-Undang Nomor
21/2008 tentang Perbankan Syari’ah serta Undang-Undang tentang Surat Berharga
Syariah Nasional (SBSN/Sukuk) merupakan bukti keberpihakan kepada rakyat yang
harus didukung dan ditingkatkan. Pesan Islam dalam hal ini adalah menghindari terlibat
dalam wacana yang tidak produktif.
KAIDAH-5:
“Dan bermusyawalah dengan mereka dalam urusan (penting), lalu apabila kamu
telahberketetapan hati maka bertawakalah kepada Allah…” (Ali Imran : 159)
Agama memerintahkan untuk memilih pemimpin yang beriman, amanah serta kapabel.
Mengenai amanah dan kapabilitas harus dikaji secara obyektif dan mendalam. Ketentuan
syariah dalam berorganisasi memerintahkan agar memusyawarahkan setiap keputusan
yang bersifat strategis, seperti memilih pemimpin yang diyakini paling maslahat, lebih
amanah dan kapabel. Bagi anggota organisasi wajib -menurut agama dan logikamengikuti
hasil musyawarah dari lembaga yang memiliki otoritas syura di organisasinya.
Dalam hal ini parpol-parpol Islam secara organisatoris telah memutuskan mendukung
SBY-Budiono dalam Pilpres 2009.
Dalam etika dan disiplin berorganisasi petunjuk Al Qur’an menegaskan:
“Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah
dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan
(Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang
meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya, Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu
keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan
mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur : 62)
KAIDAH-6:
“Tidak merugi orang yang istikharah, tidak menyesal orang yang musyawarah dan tidak
kesulitan orang yang hemat”. (Hadits Riwayat Imam Thabrani)
Bagi setiap muslim yang tidak dalam ikatan disiplin suatu organisasi, tetap saja harus
mempertimbangkan mana pasangan yang lebih maslahat. Caranya bisa dengan
kemampuan analisis individual, bisa dengan bertanya kepada yang lebih faham atau
meminta masukan, dan sebagai upaya untuk memperkuat dan memantapkan pilihan
dianjurkan untuk “istikharah” bertanya/minta petunjuk kepada Allah SWT. Bila proses
ini ditempuh, maka keputusan dan pilihan apapun yang diambil insya Allah berpahala
dan harus dihormati. “Tidak merugi orang yang istikharah, tidak menyesal orang yang
musyawarah, dan tidak kesulitan orang yang hemat”. Jika terjadi perbedaan pilihan maka
itu merupakan lahan untuk saling toleransi bahkan untuk “fastabiqul khairat”.
KAIDAH-7:
“Wahai orang-orang yang beriman tunaikanlah semua akad” (QS Al Maidah: 1)
Dalam konteks PKS, atas perintah Majelis Syura XI, pimpinan PKS telah mengajukan
piagam kerjasama koalisi dan kontrak politik 10 agenda nasional, 8 agenda regionalinternasional.
Inti kontrak politik tersebut adalah keberpihakan dan kepedulian pada
kepentingan rakyat, kedaulatan sosial budaya, politik, ekonomi (pangan dan energi)
serta pembelaan terhadap warga negara dan bangsa yang terzalimi. Alhamdulillah, pihak
PD/SBY telah menandatangani dan siap berkomitmen dengan Piagam dan Kontrak
Politik tersebut. Itu merupakan akad antara PKS-PD/SBY yang wajib ditunaikan oleh
para pihak, sebagaimana perintah Al Quran di atas. Bagi anggota dan pimpinan PKS
wajib sungguh-sunguh serta dengan kuat memperjuangkannya.
Jakarta, 9 Jumadil Tsani 1430 H/ 3 Juni 2009 M
DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
Semoga dengan paparan ini, kita semua dapat menjadi orang-orang yang senantiasa bijak dalam mengambil keputusan dan dapat selalu berkontribusi aktif dalam membela umat dan dienul Islam. Semoga kita dapat senantiasa berjihad dengan ikhlas di Jalan Allah SWT dan dapat mencapai kematian dalam keadaan Syahid.Allahu Akbar!!
13 May
Wasiat Dahsyat Penolak Kefakiran
Islam itu sangat solutif, berbahagialah bila engkau seorang muslim, apalagi seorang muslim itu adalah enterpreuner (red. Pengusaha), kalaulah dia yakin akan jalannya, untuk berjihad di dunia melalui bisnis, tentulah dia memiliki dua ujung mata pedang dalam langkah perjuangannya, yaitu pertama : Ikhtiar yang sungguh sungguh dalam menjemput rezeki, dan kedua : Kekuatan amalan ibadah dan doa.
Kedua mata pedang tersebut saling menguatkan, kedua mata pedang tersebut menambah kekuatan keyakinan hamba atas kekuasaan Yang Maha Kuasa. Logika bisnis dan usaha kadang-kala menjadi terbalik, bahkan hasil yang di raih pun seringkali ilmu matematika ataupun indikator ekonomi tak mampu menjangkau.
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 35:2)
“Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki Nya di antara hamba-hambaNYA dan menyempitkan bagi (siapa yang di kehendakiNya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi Rezeki yang sebaik baiknya” (QS 34:39)
Pada saat krisis tiba, niscaya mereka para pribadi muslim haruslah merasa yakin dan tetap tenang. Mereka tidak gundah atas berita yang beredar di media masa, mereka tidak turut serta menggaungkan senandung yang sama dengan kaum yang lain , mereka punya sikap yang unik dan berbeda dengan kaum yang lain, alasannya karena mereka punya keyakinan yaitu mereka memiliki ALLAH, PEMILIK SEGALA KEPUTUSAN, PEMBERI REZEKI.
Seringkali ummat islam terlupakan adanya kekuatan ujung mata pedang yang kedua ini yaitu kekuatan amalan ibadah dan doa , sebahagian ummat islam sekarang cenderung mengikuti pola manajemen barat yang serba ‘sebab akibat’ secara rasional, yang tentunya paham barat tersebut telah nyata melupakan faktor Tuhan sebagai Penentu. Walaupun sebagian mereka berhasil dalam usahanya, maka hasil kerja yang di dapat paling tidak hanya memperbanyak digit nilai materi saja, dan hampa dalam nilai keimanan serta berpeluang hilang keberkahannya, ketahuilah bila niat dan hasilnya dasarnya sudah menyimpang , hasil itu semua kelak akan nihil di hadapan Allah.
Rugi sekali bagi seorang muslim, apalagi kalangan pengusaha muslim khususnya, bila meninggalkan kekuatan yang satu ini, mereka punya Allah, mereka punya peluang doanya terkabul, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di banding orang kafir, kenapa kita harus tunduk kepada yang lainnya, bahkan melemahkan diri?
Banyak sekali hadist Nabi maupun kisah sahabatnya yang memberikan gambaran bagaimana seorang muslim berdoa, kesemuanya merupakan karuniaNYA agar ummat islam khususnya para pengusahanya agar memiliki pegangan dan panduan dalam melangkah di kehidupan dunia ini, menjadi pengelana yang tak akan tersesat di antara ujian kehidupan berupa kelapangan maupun kesempitan.
…………
Adalah Abdullah bin Mas’ud , salah seorang sahabat dekat Rasul SAW. Di masa Khalifah Usman bin Affan, dia menderita sakit dan terbaring di atas tempat tidurnya, Khalifah usman menjenguknya dan menyaksikan Abdullah bin Mas’ud dalam keadaan sedih.
Usman : “Apa yang membuatmu sedih?”
Abdullah : “Dosa dosaku”
Usman : “Apa yang engkau inginkan dariku, aku akan penuhi?”
Abdullah : “Saya merindukan rahmat Allah”
Usman : “Jika engkau setuju, aku akan memanggilkan tabib”
Abdullah : “Tabib hanya membuatku sakit”
Usman : “Jika engkau tak keberatan, aku akan perintahkan bendaharaku untuk memberimu harta dari baitul mal”
Abdullah : “Ketika aku amat membutuhkannya, engkau tak memberiku sesuatu, dan sekarang tatkala aku sama sekali tak membutuhkannya, engkau hendak memberikan sesuatu!”
Usman : “Pemberian itu juga hadiah untuk putri putrimu”
Abdullah : “Mereka juga tak membutuhkan sesuatu, karena aku telah berwasiat kepada mereka untuk membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran”
Nah, saudara muslimku, informasi ini sudah sampai kepada anda semua, jangan di sia-siakan , mari kita lakukan amalan ini, Insha Allah, kita mampu untuk tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan ini dan niscaya Insha Allah, kefakiran pun tak akan hadir di hadapan kita semua. Dan berilah wasiat yang sama kepada orang orang yang anda cintai, agar mereka bisa seberuntung seperti yang di sabdakan Rasul SAW di atas. Amin.
mmnasution@eramuslim.com
21 Apr
Hidayat : PKS Membantah Ancaman Menarik Diri dari Demokrat
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin memantapkan langkahnya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat, meski keputusan resmi masih akan digodok dalam Musyawarah Majelis Syuro 25-26 April 2009.
“Kita belum tahu persis apa yang akan mereka suarakan tapi secara prinsip saya yakin sejalan yang tadi malam dibahas dalam pertemuan antara tim 5 dengan tim 9 arah pada koalisi lebih kuat,” kata Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid kepada pers, di Gedung DPRRI, Jakarta, Selasa (21/4).
Seperti diketahui, kemarin (Senin, 20/4) tim lima PKS sudah melakukan komunikasi politik dengan tim sembilan Partai Demokrat. Dalam pertemuan itu hadir Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq, dan Ketua Dewan Pakar PKS Soeripto. Tim tersebut tanpa adanya keikut sertaan sekjen PKS, Anis Matta.
Namun, menurut Hidayat, koalisi yang menjadi harapan partainya bukan koalisi kosong tanpa kontrak politik. Akan tetapi, mengarah pada komitmen program besar apa yang akan dibicarakan bersama antara pihak yang berkoalisi.
Ia pun membantah soal ancaman PKS menarik diri dari koalisi dengan Partai Demokrat, karena itu merupakan sikap pribadi yang belum menjadi keputusan Majelis Syuro.
“Yang pasti masalah koalisi adalah wewenang Majelis Syuro jadi beragam wacana yang ada diluar Majelis Syuro masih wacana pribadi belum bersifat resmi jadi tidak perlu kebakaran jengot atau membakar jenggot orang lain,” ujarnya.
Hidayat pun menyakinkan, bahwa partainya tetap sebagai partai rasional yang akan berfikir realistis dan tidak menjadi pragmatis dalam menentukan teman koalisinya, bukan hanya sekedar berebut kekuasaan, akan tetapi melakukan koalisi yang berbasis pada program dan kontrak politik dengan agenda besar yang akan dilakukan. (nov)
sumber : eramuslim.com
4 Apr
Belajar dari Seorang Mohammad Natsir
Siapa sih yang tidak mengenal sosok Mohammad Natsir. Semua orang yang mengaku politisi islam pasti tahu dan mengenal baik siapa sosok ini sebenarnya. Beliau adalah seorang pejuang dakwah. Pada masa muda sampai akhir hayatnya beliau abdikan dirinya sebagai hamba Allah yang senantiasa meninggikan Kalimat-Nya dengan berjuang di jalan dakwah. Semua aktivitas hidupnya ia pergunakan untuk menyeru kebenaran baik itu dalam kehidupan sehari-harinya maupun dalam kancah politik. Tokoh dakwah abad ke-20 ini adalah seorang ikhwan kelahiran Sumatera Barat, tepatnya di Alahan Panjang, Solok. Beliau lahir pada tanggal 17 Juli 1908.
Pendidikan di usia mudanya ia habiskan di HIS (Hollandse Inlandse School) sebuah pendidikan/sekolah untuk pribumi. Beberapa tahun lamanya ia mengenyam di pendidikan buatan pemerintah tersebut. Setelah lulus dari HIS ia melanjutkan studinya ke MULO (Midlebare Uitgrebeid Larger Onderwys) sebuah sekolah pemerintah Belanda yang dikhususkan kepada anak-anak pribumi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Pada saat itu merupakan sebuah penghargaan bagi orang pribumi apabila bisa mengenyam pendidikan di MULO karena syaratnya yang luar biasa tidak main-main, kecerdasan intelektual di atas rata-rata. Mohammad Natsir dikenal sebagai orang yang mahir dalam bidang bahasa, tercatat beliau mampu menguasai berbagai bahasa penting di dunia, yakni Arab, Inggris, Belanda, Latin, Perancis, dan Jerman. Karena keahliannya itulah maka ia dapat dengan mudah menguasai buku-buku berbahasa asing sehingga tingkat keilmuanya sangat luas. Pendidikan terakhir yang beliau tempuh adalah AMS (Algemene Middlebare School) di Bandung. Di sini lah ia kemudain bertemu dengan tokoh-tokoh dakwah lainnya anatara lain Agus Salim dan Ahmad Soorkati.……Bersambung………………
9 Mar
Eksportasi Beras Indonesia : Wujud Keberhasilan Pemerintah?
Sebagian masyarakat mungkin menganggap bahwa pemerintah Indonesia kini telah sukses menjalankan program swasembada beras, bahkan dikatakan berhasil juga dalam eksportasi beras. Pernyatan tersebut tidaklah salah, hanya perlu digarisbawahi bahwa program swsembada beras kita dan kegiatan eksportasi beras kita merupakan wujud dari keberhasilan system pangan di Indonesia?
Salah Seorang Guru Besar FTP UGM mengatakan bahwa hal tersebut belum menjadi standar ukuran keberhasilan pembangunan pemerintah di dalam negeri. Bahkan terkesan program eksportasi beras tersebut masih dinilai semu semata dan belum berdaulat. Ada beberapa alasan mengapa program swasembada beras masih menyisakan pertanyaan mendasar. Alasan pertama Continue reading
6 Mar
Waktu..Time…al-Ashr
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Ketika ku kejar, engkau berlari kencang.
Ketika aku berhenti, engkau tetap pergi meninggalkanku…
sampai kapan aku terus seperti ini.
Sampai kapan waktu akan terus meninggalkanku, sedangkan diri ini hanya terpaku menatapi masa lalu..
Tidak….katakan tidak untuk semua ini…Demi Waktu….sungguh semua manusia akan merugi….maka mohonkan pada yang Di Sana..
semoga Waktumu Tidak berlalu saja Tanpa Engkau meninggalkan buah karya kehidupanmu….
kuncinya adalah Wal ‘Asri..Perhatikan Waktu-mu…..
17 Feb
Penjahat Perang Gaza
perang terbuka Hamas vs Israel kini mulai reda, bahkan di media elektronik sudah sangat jarang terdengar lagi ihwal kabarnya. Masih teringat di memori kita tentang begitu sadisnya militer Israel membantai warga Gaza dengan tanpa berperikemanusiaan. Tak cukup itu saja, jika dihitung kerugian material yang ditanggung warga Gaza begitu besar mulai dari kerusakan infrastruktur sampai kerusakan pada fasilitas negara lainnya. Dibalik itu semua, tentunya ada tokoh-tokoh dari pejabat Israel yang mendalangi aksi brutal tersebut. Kini para pejabat tersebut tengah dipersiapkan untuk digiring ke mahkamah internasional atas aksinya yang dikatagorikan sebagai penjahat perang.siapakah mereka.? silahkan klik di sini.

Recent Comments